Selamat Datang

Bagi pengunjung Blog, silahkan di baca dan di simak dengan baik, pada Artikel dan Komentar untuk mendapatkan ilmu dan manfa'at nya.

Silahkan mengunjungi Toko Online di sini Tokopedia Teguh HydroFarm dan Shopee Teguh Sakura
Silahkan mengunjungi Channel Youtube disini Youtube Teguh Sakura

Alhamdulillah, Terima kasih bagi yang telah mengunjungi Blog, Toko dan Channel Youtube.




Jumat, 28 Maret 2014

Hidroponik di Pipa PVC

Sudah lama saya tidak menulis blog, karena saya masih mempelajari hidroponik di Pipa PVC.
Alhamdulillah minggu kemarin tanggal 23 Maret 2014 saya sudah panen sawi.

Sistem Hidroponik yang saya pakai bukan Sistem NFT, hanya air tenang (Air Statis).
Tanpa aerator juga.
Jadi ini seperti mengganti botol ke pipa pvc.

Jika anda membutuhkan Artikel tentang Sistem NFT dengan Pipa PVC, silahkan Klik Di Sini

Dibawah ni foto sawi yang saya panen:

Hasil Panen
Hasil Panen


Alhamdulillah bisa buat di jadikan tumis sawi.


Pada penanaman menggunakan Pipa PVC, saya mencoba mempelajari media tanam arang sekam dan spons.
Lalu saya coba ber hemat dengan memakai "Net Pot" dari pipa pvc 1" yang saya potong potong dengan panjang sekitar 7 cm.

Ilmu yang saya dapatkan adalah:
1. Media Spon kurang bagus, saya mencoba media spon pada pipa pvc di bawah.
Hasilnya tanaman kurang bagus pertumbuhannya.

2. Penggunaan Pipa PVC sebagai "Net Pot" itu boros uang, dan memotong nya susah.
Harga pipa pvc 1" adalah 35 ribu, itu bisa jadi 50 net pot, jadi harga per net pot adalah 700 Rupiah.
Sebaiknya pakai gelas plastik saja, isi 50 harganya 6.500,- Rupiah, jadi per net pot adalah 130 Rupiah.

3. Suhu yang Panas mempengaruhi pertumbuhan Selada keriting, sehingga membuat jadi Etolasi, disebut juga Kutilang (Kurus Tinggi dan Langsing).
Selada Keriting dan Lettuce butuh Suhu Air Nutrisi di 25 C dan Suhu Ruangan Maks 30 C agar pertumbuhan bagus.

4. Sinar Matahari (SiMat) mempengaruhi pertumbuhan Selada Keriting, saya menaruh pipa pvc di tembok.
Dan matahari berada di sebelah kanan, dengan sudut kemiringan kira kira 10 Derajat yang menyebabkan Sinar matahari pagi hanya mengenai sebagian tanaman di sebelah kanan.
Untuk Sawi Caisim, ini tidak terlalu memberi efek, meski membuat pertumbuhan kurang memuaskan.
Sinar Matahari efektif hanya dapat setelah jam 12 siang sampai Sore saja.
Jadi kekurangan Sinar Matahari, serta Tanaman itu paling butuh Sinar Matahari Pagi.

5. Saya amati, pertumbuhan nya malah lebih baik di botol, di dekat pipa pvc, ada di sebelah kanan, saya juga menanam dengan botol.
Karena Sinar matahari pagi lebih banyak mengenai botol dari pada pvc, tapi perbedaanya di tanaman selada keriting sangat berbeda, lebih bagus di botol karena tidak etolasi.
Sawi juga lebih cepat tumbuhnya dan bagus.
Dan lebih bagus lagi, Sistem Status yang saya menanam nya pakai Bak Bak yang saya taruh di atas genting , karena saya taruh di atas genting.


Senin, 03 Maret 2014

Tabel untuk ukuran PPM dan PH Hidroponik

Sudah lama saya tidak meng update isi blog saya,
Kali ini saya kasih Update tentang informasi ukuran / takaran PPM dan PH buat Tanaman Hidroponik.




Jika ingin tabel yang lebih lengkap, bisa mendownload file excel ini Daftar ukuran pH TDS PPM untuk Tanaman Hidroponik

Pada saat Musim Hujan, Tanaman mem butuh kan PPM/Ec lebih banyak, jadi silahkan di set ke PPM/Ec tertinggi.
Sebaliknya saat Musim Panas, tanaman mem butuh kan PPM/Ec Sedikit, karena tanaman lebih banyak menyerap Air dan menguapkan Air lewat Daun nya, maka PPM/Ec sebaiknya di set terendah.

Saya sarankan membaca ini juga Me Larut kan Nutrisi AB Mix paket 100 Liter. ( Membuat Pekatan Nutrisi AB Mix )

Jumat, 10 Januari 2014

Hidroponik di Botol plastik bekas




Sudah lama saya tidak menulis blog ini, karena saya masih melakukan percobaan menanam Selada Keriting dan Sawi Pahit di Botol bekas Pocari yang 2 Liter.

Hidroponik ini bagi saya lebih menguntungkan dan mudah dari pada Vertikultur.
Saya tidak perlu kotor kena tanah, tidak perlu menyiram tiap hari, dan cukup menjaga agar air nutrisi tidak kehabisan.
Lalu jeda pengecekan cukup 1 minggu sekali.
Asalkan tanaman terkena matahari yang cukup, maka tanaman akan tumbuh subur,  mudah kan.... :)

Bagi yang sibuk kerja dan tidak punya banyak waktu, ini cocok sekali sebagai hobi atau usaha sampingan.

Anda juga bisa melihat Kumpulan Foto Foto saat saya mengajarkan kepada Anak Anak SMK disini https://plus.google.com/photos/112492023972047296827/album/6004630912954687569


Selasa, 24 September 2013

Membuat Pipa Vertikal Kultur

Alhamdulillah, setelah melihat perkembangan tanaman bawang merah di pipa pertama,
Maka saya putuskan untuk memanfaatkan sisa satu pipa lagi untuk menanam bawang merah lagi.

Pipa yang saya pakai, adalah Pipa PVC 3" bekas saluran pembuangan air dari talang yang tidak terpakai.
Pipa nya panjangnya sekitar 2,3 meter.
Dengan tempat saya menanam yang tinggi nya tidak sampai 2 meter, saya putuskan untuk membuat Pipa Vertikal Kultur dengan tinggi 1 meter saja.

Untuk Pipa, saya sarankan memakai yang 4".
Saya masih memakai se-adanya, untuk belajar bercocok tanam sistem Vertikal Kultur.


Sabtu, 21 September 2013

Mainan Vertikal Kultur bagian 2

Kali saya tulis tentang perkembangan tanaman bawang merah yang saya tanam pada hari minggu lalu.
Hasilnya, bagiku yang tidak pernah menanam bawang merah, mengagumkan... subhanallah...

Ilmu yang saya dapatkan:

Pada HST hari pertama, itu sudah terlihat tunasnya.
Untuk jumlah air yang di siram, kalau menyiram dengan air satu gelas , itu terlalu banyak, bisa meluber keluar.
Jadi, untuk pipa yang cuman 1 meter dan pipa 3", cuman perlu 1/2 gelas saja.

Untuk umbi bibit, pemotongan sebaiknya separuh saja.
Saya coba memotong sampi 1/3 dekat pangkal akar, tapi malah mati menjadi kering.
Menurut grup Hidroponik di FB, untuk menanam umbi bawang merah yang umur nya 30 hari sebaiknya di potong separuh, untuk mempercepat munculnya tunas.

Dan yang terakhir, saya sempat berpikir tanah kurang gembur, karena saya lihat ada akar keluar dari tanah di sekitar umbi.
Tapi pada hari ke lima, saat saya cek umbi umbi yang rusak, ternyata ada akar yang menembus ke tempat umbi yang rusak itu.
Jadi dalam satu pipa, cukup diberi satu bungkus pupuk organik saja.


Rabu, 18 September 2013

Mainan Vertikal Kultur bagian 1

Mulai hari minggu kemarin tanggal 15 September 2013,
Saya mulai menanam bawang merah di pipa vertikal kultur yang saya buat dari pipa bekas saluran air yang tidak terpakai.
karena panjangnya cuman 2 meteran maka saya bagi 2, dengan panjang 1 meter.

Karena saya tidak punya lahan tempat menanam, maka saya memakai ruangan dekat tangga.
Dan lokasi nya di pinggir jendela , dekat tempat menjemur pakaian.

Saya hanya buat satu pot pipa vertikal kultur nya, karena keterbatasan waktu.
Saya hanya bisa bermain hobi pertanian ini di hari minggu saja.
Ini saya kerjakan di bulan Agustus kemarin, melubangi nya yang paling lama, hampir 4-5 jam.
di pipa saya ada 62 lubang diameter 4cm, saya lubangi pakai Hole Saw dan Mesin Bor.

Bermodal kan Papan triplek 9mm , lalu Kayu buat Reng 2x3 , Talang Karet dan Plastik ukuran 30cm.
Maka jadilah tempat untuk meletakkan pot pipa vertikultur tersebut.
Butuh 2 hari kerja untuk membuatnya, saya buat mulai minggu pertama dan minggu kedua bulan September 2013 ini.


Mari mengenal Hidroponik

Ini artikel yang saya dapat dari Facebook Group Hidroponiku.

Saya share lagi disini, untuk membantu yang lain, terutama yang mau mencoba Hidroponik tapi tidak punya account Facebook.

Pertanian Hidroponik Joglo Farm ini milik anggota grub fb "Paktani Hydrofarm"


Bawang Merah ditanam dengan Hidroponik NFT dari salah satu anggota grub fb


Dasar-dasar Teknologi Hidroponik

Dalam upaya memproduksi tanaman atau makanan secara hidroponik, diperlukan beberapa peralatan dasar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik seperti daerah perakaran harus memperoleh cukup udara, air dan unsur hara/nutrisi, sehingga dapat menghasilkan tanaman dan makanan yang berkualitas.

Peralatan dasar yang diperlukan untuk memenuhi kriteria di atas adalah :
  • Tempat tumbuh tanaman, seperti bak atau kolam penampung, pot, dan bedengan.
    Diusahakan agar tempat tumbuh tanaman dijaga kebersihannya secara berkala dengan membersihkan dan menghilangkan tumbuhan atau tanaman lain yang tidak diinginkan (terutama dalam bedengan atau kolam penampung).

  • Aerator
  • Alat ini dipakai untuk tercukupinya oksigen untuk pertukaran udara dalam daerah perakaran. Kekurangan oksigen akan mengganggu penyerapan air dan nutrisi oleh akar dan respirasi.

  • Larutan Nutrisi
    Larutan nutrisi sebagai sumber pasokan air dan mineral nutrisi merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman hidroponik, sehingga harus tepat dari segi jumlah, komposisi ion nutrisi dan suhu. Unsur hara ini dibagi dua, yaitu unsur makro (C, H, O, N, P, S, K, Ca, dan Mg) dan mikro ( B, Cl, Cu, Fe, Mn, Mo, dan Zn).

    Pada umumnya kualitas larutan nutrisi ini diketahui dengan mengukur electrical conductivity (EC) larutan tersebut. Semakin tinggi konsentrasi larutan semakin tinggi arus listrik yang dihantarkan (karena pekatnya kandungan garam dan akumulasi ion mempengaruhi kemampuan untuk menghantarkan listrik larutan nutrisi tersebut). Larutan nutrisi dapat dibuat sendiri dengan melarutkan pupuk yang diramu khusus untuk tanaman hidroponik atau membeli pupuk hidroponik secara komersial.

    Larutan nutrisi juga dapat dipertahankan dan dikontrol sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini mendasari adanya sistem kontrol secara sederhana maupun otomatis pada larutan nutrisi.

    Selain EC dan konsentrasi larutan nutrisi, suhu dan pH merupakan komponen yang sering dikontrol untuk dipertahankan pada tingkat tertentu untuk optimalisasi tanaman. Suhu dan pH larutan nutrisi dikontrol dengan tujuan agar perubahan yang terjadi oleh penyerapan air dan ion nutrisi tanaman (terutama dalam hidroponik dengan sistem yang tertutup) dapat dipertahankan.

    Suhu yang terlalu rendah dan terlalu tinggi pada larutan nutrisi dapat menyebabkan berkurangnya penyerapan air dan ion nutrisi, untuk tanaman sayuran suhu optimal antara 5-15 derajat C dan tanaman buah antara 15-25 derajat C. Beberapa tanaman sayuran dan buah dipertahankan mempunyai tingkat pH dan EC tertentu yang optimal.