Selamat Datang

Bagi pengunjung Blog, silahkan di baca dan di simak dengan baik, pada Artikel dan Komentar untuk mendapatkan ilmu dan manfa'at nya.

Silahkan mengunjungi Toko Online di sini Tokopedia Teguh HydroFarm dan Shopee Teguh Sakura
Silahkan mengunjungi Channel Youtube disini Youtube Teguh Sakura

Alhamdulillah, Terima kasih bagi yang telah mengunjungi Blog, Toko dan Channel Youtube.




Selasa, 04 Agustus 2015

Hidroponik Sistem NFT dengan Pipa PVC (Belah Dua)

Sistem Hidroponik dengan Gully PVC

Sudah lama saya tidak menulis Blog, karena masih sibuk dengan Sistem Hidroponik di Pipa PVC ini.
Butuh waktu untuk membuatnya menjadi sistem hidroponik yang bagus dan efisien.

Alhamdulillah, Meski Sistem Dewasa hanya memakai Gully 2,5" di belah dua,
Hasilnya bagus.
Saya bisa dapat kan per lubang dengan satu tanaman di rata rata 120 gram, dengan maks 140 gram.
Dan jika satu lubang di isi dua tanaman, bisa dapat maks 165 gram.

Agar bisa mendapatkan hasil yang bagus, trik nya ada di Semai dan Sistem Remaja.
Semai yang banyak, kira kira 10-20 % lebih banyak dari total Lubang Sistem Remaja,
dan saat mau di pindahkan ke Sistem Remaja, anda pilih tanaman yang bagus saja, yaitu terlihat paling besar dan bagus tumbuhnya.

Lalu di Sistem Remaja juga beri lebih banyak dari Sistem Dewasa, kira kira 10-20%.
Dan Saat akan di pindahkan, pilih yang paling bagus saja, yaitu terlihat paling besar dan bagus tumbuhnya.

Alhamdulillah, Sawi Pak Choy White pada masa panen pertama, sudah terjual sebanyak 11,5 Kg.
Lalu saya masak sendiri sebanyak 2,2 Kg, jadi Total Panen adalah sekitar 13,7 Kg.
Ini bisa lebih jika anda bisa menanam semaian lebih banyak, lalu menyeleksi yang terbaik pada masa remaja.

Selama Masa Panen yang pertama,
Total Pemakaian Nutrisi AB Mix = 805 mL
Total Pemakaian Air PDAM = 294 L
Panen pada Hari ke 34 HSS , dan baru laku semua sampai hari ke 41 HSS.


Rabu, 22 April 2015

Sistem Semai di Talang PVC dengan Aliran Air


Kali ini saya menulis Artikel tentang pengalaman saya bermain dengan Sistem Persemaian menggunakan Talang PVC dengan Aliran Air.
Saya lihat, di Kebun kebun Hidroponik besar, kebanyakan memakai semaian seperti ini.
Jadi saya ingin mencoba juga, apakah bisa membuat tanaman yang disemai bisa cepat tumbuh di bandingkan dengan Sistem Semai AutoPot yang saya buat sebelumnya.

Ternyata, tidak ada bedanya.
Tanaman Sawi Pak Choy White yang saya semai di sistem semai AutoPot di Baki dan Aliran Air di Talang PVC, sama sama memiliki kecepatan tumbuh yang sama.
Saya sudah mencoba sampai 2 kali semai, dan sama saja.

Jadi bagi para pengunjung dan pembaca blog, yang masih memakai sistem AutoPot di Baki, tidak perlu kecewa karena belum bisa membuat Sistem Semai di Talang PVC.

Saya sendiri, sudah melepas sistem semai Talang PVC ini.
dan mau mengganti dengan sistem AutoPot lagi.
Tapi dengan Wadah Air yang lebih banyak, agar Frekuensi pengisian Wadah Air nya bisa di kurangi.
Kenapa saya mengganti nya, karena tidak memerlukan Pompa Air, jadi hemat listrik.
^_^



Jumat, 13 Maret 2015

Sistem Semai di Baki dengan AutoPot Botol.


   Kali ini saya menulis cara semai di Baki dengan sistem pengairan otomatis dengan menggunakan Botol plastik.
Sistem ini meniru cara kerja Tempat Air Minum buat Ayam.
Dengan cara melubangi di bawah Botol, maka Air akan keluar ke dalam Baki sampai ketinggian tertentu, setelah itu akan berhenti mengalir.
Jika air di Baki berkurang karena penguapan atau di serap sama tanaman yang di semai,
Maka secara otomatis Air akan keluar dari Botol menuju ke Baki lewat lubang di bawah nya.

  Botol harus di tutupi agar Air di dalam botol tidak di tumbuhi lumut, atau Alga.
Bisa di tutup dengan Kresek seperti yang saya lakukan, atau kalau mau tampak lebih bagus,
bisa di cat dengan warna cerah, misal putih.
Kenapa warna cerah, ini agar tidak menyerap panas dari Sinar Matahari.


Senin, 29 Desember 2014

Hidroponik sistem NFT dengan Atap Gelombang

Sistem NFT dengan Atap Gelombang

   Sudah lama saya tidak menulis artikel di blog ini, karena banyaknya kesibukan.
Kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya dalam menanam Sawi PakChoy di Sistem NFT yang memakai Atap Gelombang.

  Atap Gelombang sekarang sudah ada yang tidak berbahan asbes lagi, meski di toko masih sering di sebut Asbes Gelombang.Demi keamanan dan kesehatan dari terkena Kangker, Hindari yang berbahan Asbes/Asbestos. 
   Jadi saat membeli Atap Gelombang, cari yang ber bahan Fiber Semen.Kalau anda ragu, sebaiknya pakai Atap Gelompang Plastik, lalu di lapisi Plastik Hitam atau Di cat bawahnya dengan Warna Putih, Biru atau Hijau agar tidak ada cahaya yang masuk ke aliran air nya, yang bisa menyebabkan tumbuhnya lumut/alga.

Sistem NFT ku menggunakan Timer Digital Switch untuk menghidupkan Pompa Air pada jam 05:00 pagi sampai 06:00 sore, setiap hari.
FYI, Pada Malam hari tidak ada cahaya, maka tidak terjadi fotosintesis, maka tanaman tidak memerlukan nutrisi.


Selasa, 03 Juni 2014

Hidroponik sistem Kratky / Water Culture di Bak




Sekarang saya akan menuliskan pengalaman saya menanam hidroponik dengan sistem Kratky.
Saya juga membuat rak mini greenhouse untuk menempatkan tanaman ini di atas genting.

Edit 12 Januari 2016:
Sistem Kratky itu mirip dengan Sistem Wick/Sumbu, tapi dalam Sistem Kratky tidak perlu sumbu,
Hanya memanfaatkan Akar yang panjang, dengan merendam sebagian Akarnya di Air Nutrisi,

dan sebagian Akarnya buat mengambil Oksigen.
Saya sudah bandingkan dengan Sistem NFT dan Tanpa menggunakan Aerator.
Hasilnya tetap bagus, dan tidak begitu beda dengan Sistem NFT atau dengan menggunakan Aerator.
Saya mencoba nya dengan menanam Sawi Pak Choy dan Kangkung.


Untuk menanam di tempat saya yang cuacanya lumayan panas, perlu di kasih atap dari plastik putih.
Dan dikasih net insect di sekelilingnya agar tidak di makan hama belalang.





Dalam sistem rakit apung ini saya menanam selada keriting, sawi bunga, sawi bakso, sawi pak choy.


Jumat, 04 April 2014

Hasil Penelitian Media Tanam yang Bagus

Kali ini saya akan menulis hasil penelitian yang saya lakukan dengan Media Tanam untuk Hidroponik.
Media tanam yang sering dipakai dan mudah didapat adalah Arang Sekam, karena Porous dan tahan jamur dan alga.
Tapi ada juga alternatif lain nya, yaitu Rajangan pakis, Spon dan Pasir Zeolit.

Ada lagi yang lain seperti Hydroton dan Rock Woll, tapi ini lebih mahal dan susah di dapatkan.

Karena itu saya melakukan penelitian ini, untuk mendapatkan media tanam yang paling baik dan mudah didapatkan.

Media tanam yang saya teliti adalah:
 - Arang Sekam ( ini sebagai pembanding )
 - Rajangan Pakis
 - Spon

Untuk penelitian Media Tanam Spon, ini saya lakukan di Pipa PVC.
Saya tanam tanaman Selada Keriting dan Sawi dalam Satu Pipa PVC.
Hasil nya, pertumbuhannya kurang bagus.
Kurus kurus.

Ini foto penampakan nya:
Pada Pipa PVC atas memakai Metan arang sekam.
Lalu pada Pipa PVC bawah, memakai Metan spon.

Di foto di atas, untuk Pipa PVC di atas dan di bawah, itu tidak berhubungan.
Jadi Air Nutrisi nya tidak sama antara Pipa PVC atas dan bawah.
Untuk PPM saya samakan antara Pipa PVC atas dan bawah.

Jadi Metan Arang Sekam lebih baik daripada Metan Spon.
Tentu saja hasil penelitian ini bisa berbeda dengan di tempat lain.
Karena faktor air, suhu dan cahaya juga berpengaruh.


Jumat, 28 Maret 2014

Hidroponik di Pipa PVC

Sudah lama saya tidak menulis blog, karena saya masih mempelajari hidroponik di Pipa PVC.
Alhamdulillah minggu kemarin tanggal 23 Maret 2014 saya sudah panen sawi.

Sistem Hidroponik yang saya pakai bukan Sistem NFT, hanya air tenang (Air Statis).
Tanpa aerator juga.
Jadi ini seperti mengganti botol ke pipa pvc.

Jika anda membutuhkan Artikel tentang Sistem NFT dengan Pipa PVC, silahkan Klik Di Sini

Dibawah ni foto sawi yang saya panen:

Hasil Panen
Hasil Panen


Alhamdulillah bisa buat di jadikan tumis sawi.


Pada penanaman menggunakan Pipa PVC, saya mencoba mempelajari media tanam arang sekam dan spons.
Lalu saya coba ber hemat dengan memakai "Net Pot" dari pipa pvc 1" yang saya potong potong dengan panjang sekitar 7 cm.

Ilmu yang saya dapatkan adalah:
1. Media Spon kurang bagus, saya mencoba media spon pada pipa pvc di bawah.
Hasilnya tanaman kurang bagus pertumbuhannya.

2. Penggunaan Pipa PVC sebagai "Net Pot" itu boros uang, dan memotong nya susah.
Harga pipa pvc 1" adalah 35 ribu, itu bisa jadi 50 net pot, jadi harga per net pot adalah 700 Rupiah.
Sebaiknya pakai gelas plastik saja, isi 50 harganya 6.500,- Rupiah, jadi per net pot adalah 130 Rupiah.

3. Suhu yang Panas mempengaruhi pertumbuhan Selada keriting, sehingga membuat jadi Etolasi, disebut juga Kutilang (Kurus Tinggi dan Langsing).
Selada Keriting dan Lettuce butuh Suhu Air Nutrisi di 25 C dan Suhu Ruangan Maks 30 C agar pertumbuhan bagus.

4. Sinar Matahari (SiMat) mempengaruhi pertumbuhan Selada Keriting, saya menaruh pipa pvc di tembok.
Dan matahari berada di sebelah kanan, dengan sudut kemiringan kira kira 10 Derajat yang menyebabkan Sinar matahari pagi hanya mengenai sebagian tanaman di sebelah kanan.
Untuk Sawi Caisim, ini tidak terlalu memberi efek, meski membuat pertumbuhan kurang memuaskan.
Sinar Matahari efektif hanya dapat setelah jam 12 siang sampai Sore saja.
Jadi kekurangan Sinar Matahari, serta Tanaman itu paling butuh Sinar Matahari Pagi.

5. Saya amati, pertumbuhan nya malah lebih baik di botol, di dekat pipa pvc, ada di sebelah kanan, saya juga menanam dengan botol.
Karena Sinar matahari pagi lebih banyak mengenai botol dari pada pvc, tapi perbedaanya di tanaman selada keriting sangat berbeda, lebih bagus di botol karena tidak etolasi.
Sawi juga lebih cepat tumbuhnya dan bagus.
Dan lebih bagus lagi, Sistem Status yang saya menanam nya pakai Bak Bak yang saya taruh di atas genting , karena saya taruh di atas genting.